Pages

Tampilkan postingan dengan label 3.TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3.TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

TEKNOLOGI 10

Penemuan Baru : Kipas angin tanpa baling-baling

Dalam Bidang Elektronika, Penemuan Terbaru di Maret 11, 2010 pada 6:11 pm
James Dyson, penemu vacuum cleaners tanpa kantong, kini telah mempunyai penemuan baru: kipas angin tanpa baling-baling. Kipas angin ini mendorong 119 galon udara perdetik. Tidak seperti kipas angin biasa yang mengandalkan baling-baling yang berputar untuk “menangkap” udara dan menghembuskannya ke depan, teknologi kipas angin tanpa baling-baling ini menggunakan prinsip aliran udara model seperti sayap pesawat terbang.
Udara ditarik masuk ke dalam dasar silinder mesin oleh sebuah motor kecil, kemudian alat pendorong motor itu mendorong udara ke dalam lubang yang berongga dan kemudian lewat sebuah celah, menyapu seluruh bagian lubang. Udara kemudian dipercepat alirannya melalui sebuah lingkaran besar, yang disebut loop amplifier. Video ini mengilustrasikan teknologi aliran udara tersebut :
Ada beberapa keuntungan-keuntungan di dalam menggunakan teknologi ‘Air Multiplier’:
- Karena tidak ada bagian yang berputar kencang (yang dapat berbahaya jika disentuh), maka tidak perlu ada kawat pelindung.
- Tidak perlu sering-sering dibersihkan karena tidak ada baling-balingnya
- Pengatur kekencangan bisa menggunakan dimmer (seperti saklar putar pengatur terang/redupnya lampu)
Di dalam sebuah wawancara dengan Dyson, ia mengatakan: “Saya selalu kecewa dengan kipas angin biasa. Baling-baling yang berputar memotong aliran udara, menyebabkan suara mengganggu. Selain itu susah dibersihkan dan anak-anak selalu ingin memasukkan jari-jari mereka melalui lubang-lubang kawat. Jadi kami mengembangkan sebuah jenis kipas angin baru yang tidak menggunakan baling-baling.” (Erabaru/snd)

TEKNOLOGI 9

Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit

Dalam Bidang Telekomunikasi, Penemu Indonesia di Februari 21, 2010 pada 6:20 pm
ADI RAHMAN ADIWOSO
Berbekal keahliannya di bidang telekomunikasi satelit, ia menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum ada di pasaran dunia. Inovasi Adi memungkinkan komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan di mana saja. Ketika jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler konvensional kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuannya tetap “on”.
“Selama di atas kepala terlihat langit, komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan”, kata Adi, Chief Executive Officer & President Director PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang juga menduduki jabatan yang sama di Asia Cellular Satelite (ACeS). Alat telekomunikasi bebas blank spot dan irit tempat ini dimungkinkan berkat ide memasang satelit telekomunikasi di orbit geostationer. Di lintasan imajiner yang letaknya 36.000 km di atas permukaan bumi itulah, Adi menempatkan satelit Garuda 1. Satelit gagasannya itu berbobot 4,5 ton yang dilengkapi dua antena payung kembar selebar 12 meter dan mampu menjangkau sepertiga kawasan dunia. Karena ukurannya cukup besar, intensitas pancaran sinyalnya juga cukup besar.
Peluncuran satelit sipil terbesar di dunia pada Februari 2000 itu kontan membuat ciut para operator telepon satelit dunia. Ketika itu, bisa dibilang, seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan di orbit rendah (600 – 1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km). Daya jangkau satelit-satelit itu terbatas. Agar dapat meliput satu belahan dunia butuh sekitar 60 satelit berorbit rendah atau 12 satelit berorbit menengah. Kelemahan lain pengoperasian sistem telekomunikasi satelit pada telepon bergerak ketika itu adalah pesawatnya yang tidak praktis. Perangkat telepon bergerak yang bisa digunakan untuk berkomunikasi via satelit ukurannya lumayan besar, hampir sebesar kopor traveling. Untuk mengoperasikannya juga perlu stasiun bumi, berupa antena parabola berdiameter satu meter.
Terobosan yang dilakukan Adi tak hanya memperluas cakupan satelit, juga memperkecil dimensi pesawat telepon bergerak berbasis satelit ini. Dengan daya pancar 10 kw, sinyal Garuda 1 bisa diterima dengan pesawat telepon genggam yang sekaligus merupakan stasiun bumi. ”Inilah stasiun bumi terkecil dan termurah yang pernah dibuat manusia”, ujar Adi sambil menunjukkan telepon genggam Ericsson R190. Jaringan telepon satelit yang berinduk ke Garuda 1 itu kemudian dikemas dengan merek dagang Byru.
Cara kerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda 1, yang dikendalikan fasilitas pengontrol satelit di pulau Batam. Di situ juga dibangun pusat kendali jaringan (network control center – NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya. Garuda 1 mampu melayani 22.000 pembicaraan pada saat bersamaan. Selain itu, dibangun pula sebuah pintu gerbang (gateway) yang berfungsi sebagai operator lokal. Dengan Byru, pelanggan bisa menghubungi sesama telepon satelit, ke telepon GSM serta ke telepon rumah. Tiap permintaan sambungan akan dilakukan melalui satelit. Permintaan itu dianalisis oleh NCC Batam, untuk menentukan identitas penelepon dan menentukan gateway mana yang cocok dengan tujuan panggilan. Setelah itu, permintaan sambungan akan diteruskan ke telepon tujuan. Pembicaraan pun berlangsung. Semua proses itu berjalan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik.
Untuk mewujudkan gagasan itu, Adi memang tak melakukannya sendirian. Meskipun Garuda 1 dibuat oleh Hughes Aircraft (dimana ia pernah bekerja), Amerika Serikat dan R190 dibuat Ericsson, Swedia, rancangannya dibuat sendiri oleh Adi dan timnya di PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang didirikan Adi dan Iskandar Alisjahbana pada 1991. Bersama guru besar dan mantan rektor ITB itulah, lahir Byru dan Pasti – merek dagang sistem telepon satelit buatan PSN. ”Kekuatan Adiwoso adalah kewirausahaannya”, kata Iskandar. Tanpa keberanian memasarkan sendiri, bisa jadi temuan telepon satelit geostationer itu cuma jadi prototipe di laboratorium. Atau malah menjadi barang dagangan perusahaan asing yang mampu memodali temuan tersebut.
Dengan perangkat telekomunikasi PSN ini, Byru, Pasti (Pasang Telepon Sendiri) dan jasa internet Bina (Balai Informasi Nusantara), penduduk-penduduk daerah yang tak terjangkau jaringan telepon kabel dan nirkabel lainnya tetap bisa bertelepon-ria dan menjelajah informasi lewat internet. Pada akhir 2003, PSM mengklaim telah membebaskan 2.975 desa di 40 kabupaten di Indonesia dari isolasi telekomunikasi dengan perangkatnya yang berbasis satelit.
Kemampuannya mengembangkan bisnis telepon satelit, ketika pesaingnya megap-megap (salah satunya, Iridium malah sudah bangkrut), sedikit banyak tak lepas dari pengalamannya berkecimpung di bisnis satelit. Setelah meraih gelar kesarjanaan di bidang aeronautical dan astronautical engineering dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, Adi bekerja di Hughes Aircraft Company. Di situ ia ikut dalam proses pembuatan satelit Palapa pesanan Indonesia. Setelah delapan tahun bekerja di perusahaan pembuat satelit itu bersama koleganya, Adi mendirikan Orion Satellite Asia Pacific di Washington DC. Lantaran keasyikan bekerja, niatnya menggaet program doktor di California Institute of Technology gagal tuntas. Cita-citanya menjadi ahli pesawat terbang pun terlupakan.
Lama di rantau tak menghilangkan kerinduannya pada kampung halamannya. Ia menampik tawaran green card, tiket menjadi warga negara Amerika Serikat dan memilih bekerja di negeri sendiri. Pada 1982, ia boyongan ke Jakarta. Tapi belum genap sewindu bekerja di Tanah Air, Adi memilih pensiun dini. Kecintaannya pada alam di Tanah Air membulatkan tekadnya untuk berkelana dari Ujung Kulon hingga Maumere. Sampai suatu ketika, Iskandar meminta pendapatnya tentang rencana penjualan satelit Palapa B-1 yang sudah habis masa pakainya. Satelit ”rongsokan” itu sudah ditaksir sebuah perusahaan di Amerika seharga US$ 50,000. Mendapat informasi itu, otak bisnisnya bekerja. ”Ngapain dijual. Kita jalankan saja”, kata Adi. Maka terbentuklah PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) pada 1991. Modal awalnya, dari urunan Adi dan Iskandar untuk membeli Palapa B-1. Lantas titik orbit satelit digeser ke timur, sehingga mampu mencakup pulau-pulau kecil di Pasifik. Namanya berubah jadi satelit Pasifik 1. Adi pun mulai menyetir bisnis ini. Hingga berkembang, dari ”sekadar” mengoperasikan dan menyewakan Pasifik 1, PSN kemudian melangkah ke yang lebih besar jangkauannya. Bersama timnya di PSN, keahliannya di bisnis satelit dieksplorasi lebih intensif lagi dengan mendirikan ACeS pada 1994. Di situ, PSN memegang 35% saham dan menggandeng Lockheed Martin, Philippines Long Distance Global Telecommunications (PLDT) serta Jasmine International (Thailand) sebagai mitra.
Untuk mewujudkan ambisi menciptakan sistem telekomunikasi berbasis satelit dengan teknologi GSM (global system for mobile communication), ACeS juga masuk ke Bursa Nasdaq, New York. Dengan modal US$ 750 juta, meluncurlah Garuda 1 ke angkasa. Tak lama berselang, Byru meluncur pula ke pasar. Keberhasilan Garuda 1 membuat nama ACeS berkibar. Di Tanah Air,  produk layanan PSN berkembang. Selain bermain di bisnis komunikasi satelit, PSN juga masuk ke bisnis multimedia dengan meluncurkan Multi Media Asia. Semuanya berbasis satelit. (A. Kukuh Karsadi)
Sumber: Majalah Gatra, Edisi Khusus, Agustus 2004

TEKNOLOGI 8

Ilmuwan dari The Telecommunications Research Center di Vienna datang dengan ide  menggunakan desain eye tracker untuk analisis penggunaan web di jalan untuk menjelajah melalui pemandangan kota.
Mereka menghubungkan alat ke smart phone yang mempunyai fitur Kompas dan GPS ( untuk mengidentifikasi posisi dari pengguna ). Alat tersebut dilengkapi dengan 2 kamera yang salah satunya digunakan untuk mendeteksi gerakan mata pengguna dan yang satunya lagi digunakan untuk melihat benda yang dituju. Sebenarnya, para peneliti menginstal sensor yang dapat mengidentifikasi gerakan mata pengguna baik nke atas maupun ke bawah. Kemudian alat tersebut dipasang di helm sepeda.
Ketika pemakai helm menutup matanya dalam 2 detik, alat tersebut mulai mencari informasi tentang bangunan maupun monument yang dilihat pemakai. Sistem tersebut segera mengakses komputer dan mencari referensi data base seperti Google Earth. Setelah mencari, informasi yang diperoleh ditransfer menuju smartphone, menginformasikan Physorg.
“Kita ingin membuat system yang sebisa mungkin bersifat non-intrusive, jadi kita menggunakan text ke mesin pembicara. Data diterima melalui suatu bagian telinga. Ini akan menjadi seperti indra keenam,” kata Matthias Baldauf, salah satu anggota tim peneliti.
Powered by www.infoniac.com

TEKNOLOGI 7

Salah satu penemuan baru dari bidang alat pemancar cahaya mungkin akan mengubah cara orang dalam menerangi rumah dan design pakaian. Alat ini menunjukkan plastic film yang tipis dapat menghantarkan suatu arus listrik dan membuat energy matahari.
Para ilmuwan bekerja pada proyek internasional dan berfikir untuk membawa alat pemancar cahaya organic ke masyarakat luas. Penemuan ini dapat secara signifikan mengurangi biaya pengeluaran sebanyak milyaran dolar tiap tahunnya.
Pada kenyataannya alat pemancar organic sangatlah tipis dan fleksibel. Layar display electronic dapat dengan mudah dibuat di dekat setiap material. Contohnya saja, pada pakaian, yang pertama kalinya dalam sejarah menyajikan informasi elektronik yang spesifik.
Ada beberapa cara dalam menerapkan OLED ( organic light emiting device ), contohnya saja mengganti warna pakaian, kaleng minuman juga dapat menampilkan hasil yang menakjubkan dengan menggunakan OLED. Pada kenyataanya OLED jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan lampu pijar.
Contoh penggunaan khusus dari OLED tersebut yaitu pada hand phone dan MP3 player, tetapi OLED tidak begitu cocok digunakan pada layar TV dan computer.
Untuk membuat alat tersebut lebih efisien maka nantinya untuk pemasaran ke masyrakat luas, the international consortium of researches, Modecom bekerja sama dengan University of Bath, United Kingdom, memulai proyek 3 tahun yang akan didanai sebesar $1,700,000.
Modecom memilih 13 groups dari 9 universitas dan 2 perusahaan. Ada 3 grup dari Inggris, 6 grup dari Amerika, 1 dari china dan masing-masing 1 dari Negara eropa termasuk belgia, italia, dan Denmark. Hanya Negara Eropa dan China yang akan menerima bantuan financial dari Eropa Union.
Koordiantor dari Modecom adalah Dr Alison Walker, yang mewakili jurusan Fisika dari University of Bath. “Ini adalah proyek yang lama, dan kontribusi dari berbagai ilmuwan sangat dibutuhkan untuk menyukseskan proyek ini, sukses dalam mencapai tujuan keterjangkauan, efisiensi dan alat yang tahan lama adalah yang paling penting, kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk mengurangi pemakaian energy,” Ujarnya.
Powered by http://www.infoniac.com/

TEKNOLOGI 6

Sebentar lagi para tentara tidak akan mempan lagi ditembus oleh berbagai peluru, karena adanya baju pelindung yang berasal dari semen tersebut. Penemuan terbaru insinyur dari University of Leeds akan membuat semen yan sangat kuat yang berasal dari campuran semen dan benang carbon. Ilmuwan tersebut akan dapat membuat material yang sangat kuat yang akan dapat menahan hamper semua jenis peluru. Sbebnarnya insinyur di School of Civil Engineering pada universitas bekerja pada tahap pertama pada proyek pembuatan rompi semen. Tim dari insinyur yang dipimpin oleh Dr Philip Purnell, yang menyebutkan kalau penemuan terbarunya tidak hanya menyajikan perlindungan yang tinggi, tetapi juga murah. Lapor Science Daily Dapat juga dikatakan bahwa hi-spec body armor, sekarang telah tersedia, yang mempunyai fitur alumina plates, material bekas yang dapat digunnakan untuk membuat aluminium. Untuk membuat piringan tersebut sangat lah sulit, yaitu dengan memanaskannya hingga suhu 1600 derajat Celsius selama 2 minggu. Proses ini disebut “Sintering”. Penemuan terbaru tersebut adalah satu dari banyak ide dari insinyur di University of Leeds yang siap untuk diimplementasikan. Sedangkan ide yang lain adalah:Kulkas tekanan kecil berbasis semen dan mempertingi penggantian tulang. Untuk mengumpulkan lebih banyak ide tentan jalan lain menggunakan semen, pemimpin penelitian aktif mencari insinyur, ilmuwan, pemahat dan seniman yang mempunyai pikiran-pikiran yang cemerlang. Powered by www.infoniac.com

TEKNOLOGI 5

Perusahaan Inggris Xeros mencoba untuk menjelajahi pasar Amerika dengan penemuan baru mereka yaitu system pencucian yang dapat menghemat banyak air dengan mengunakan manik-manik nilon. Putaran manik-manik membersihkan pakaian hanya menggunakan air sebesar 10% dari air yang biasanya digunakan oleh mesin cuci tradisional
Sebenarnya, penemuan terbaru perusahaan ini masih dalam tahap pengembangan dalam hal pengurangan kebutuhan deterjen. Xeros mengklaim bahwa tidak perlu ada lagi system pengeringan berputar jika setiap rumah di Amerika menggunakan system baru tersebut, emisi dari karbondioksida akan berkurang. Perusahaan juga berkata bahwa mesin cuci baru ini akan menghemat 1,2 milyar ton air tiap tahunnya, yang setara dengan 17 juta kolam renang.
Mesin cuci ini bekerja dengan menggunakan manic-mank nilon yang menghilangkan kotoran dari pakaian dan menguncinya pada struktur molekul nilon. Manik-manik tersebut dapat digunakan untuk ratusan kali pencuciandan setelah itu dapat didaur ulang dengan mudah.Teknologi dibalik siste pencucian ini adalah hasil riset dari University of Leeds. Sistem ini telah digunakan sebagai konsep mesin cuci oleh Cambridge Consultant.
Setelah melakukan test selama 3 tahun, Xeros sebuah keluaran dari Universitas, akan diajukan untuk mendapat persetujuan dari Kansas City-based GreenEarth Cleaning, yang bertujuan untuk pemasarannya melalui Amerika utara pada tahun 2010. Anda dapat membaca info lebih lanjutnya dengan melihat company’s website .
Powered by www.infoniac.com

TEKNOLOGI 4

Para ilmuwan telah menemukan komputer tercepat di dunia yang dapat menampilkan 1triliun program per detik
Komputer yang biasa disebut RoadRunner, mempunyai kecepatan 2 kali lipat dari pada komputer tercepat di dunia sebelumnya IBM’s Blue Gene system yang dinilai sebagai supercomputer tercepat yang memiliki kecepatan 3 kali lipat daripada supercomputer lainnya yang ada di dunia. RoadRunner ditemukan oleh insinyur dari Los Alamos National Laboratory di Mexico, US, dan IBM Corp, yang berasal dari 13.000 chip komputer.
RoadRunner adalah komputer petaflop pertama di dunia, yang berarti dapat menampilkan 1 triliun operasi tiap detiknya. Penampilan tiap harinya bisa dibandingkan dengan penghitungan yang dilakukan oleh 6 milyar orang menggunakan komputer biasa dengan waktu 24 jam sehari selama 46 tahun.
Akan membutuhkan waktu lebih dari 6 tahun untuk menghasilkan sebuah teknologi komputer seperti ini. Merangkai dari chip komputer yang digunakan pada video game terkenal PlayStation 3 dan 12.960 cell engine, yang akan meningkatkan kapasitas memori hingga 80 terabytes. Sistem interkoneksinya membutuhkan luas 6.000 kaki, yang mempunyai 57 mil kabel optic dan berat 500.000 pounds.
Superkomputer akan digunakan untuk riset senjata nuklir, tetapi juga akan diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pengobatan dan science serta teknik dan banyak bidang lainnya. Komputer tersebut mempunyai potensi besar untuk membantu menghasilkan biofuels, terapi pengobatan terbaru bahkan vaksin dari HIV virus, menyelesaikan krisis energy dunia dan menemukan petunjuk tentang awal mula dunia.
RoadRunner sekarang ditempatkan  di IBM research laboratory di Poughkeepsie, N.Y. tetapi akan dipindahkan ke Los Alamos National Laboratory, yang nantinya akan diujicoba  terhadap program yang belum terklasifikasi dan nantinya akan digunakan untuk bekerja pada senjata nuklir dan aktivitas pemerintahan lainnya.
Powered by http://www.infoniac.com/

TEKNOLOGI 3

Kabel nano dalam tikus dapat mengubah energy nafas dan detak jantung menjadi listrik, menurut peneliti di  Georgia Institute of Technology. Generator nano mungkin dapat mengimplementasikan pengobatan skala nano dan tenaga sensor oleh tubuh, Technology Review reports.
Generator Nano Tikus: Sebuah kabel tunggal oxide seng yang dapat ditempelkan ke jantung tikus, dimana generator tersebut menghasilkan listrik setiap detak jantungnya. Via Tech Review Zhong Lin Wang via Technology Review
Tim yang sama dari GIT membuktikan bahwa 5 tahun yang lalu oksida seng dapat memproduksi listrik dari hamster yang berlari.  Kabel tersebut menghasilkan listrik ketika terjadi mechanical stress, yang disebut dengan piezoelectric effect. Tetapi sekarang hal tersebut telah dibuktikan bekerja pada makhluk hidup.
Zhong Lin Wang, seorang ilmuwan material dan insinyur di Georgia Tech telah membuktikan dengan menempelkan nano generator pada tikus menjadi diagram tikus.
Para Ilmuwan menaruh kabel nano dari seng oksida (zinc oxide) kedalam polimer yang lentur dan meringkasnya dalam casing (cover) untuk melindunginya dari cairan. Tech Review reports.
Ketika menempel diagram, hewan akan bernafas kemudian meregangkan kabel nano, dan menghasilkan listrik dalam jumlah kecil, sekitar 4 piko amperepada setiap 2 milivolt. Ketika ditempelkan pada jantung tikus, generator nano menghasilkan kira-kira 30 piko amp pada skala 3 milivolt.
Generator tikus dioperasikan dalam skala femtowatt scale — a pico-amp is a million millionth of an amp, jadi itu adalah jumlah yang sangat kecil, tapi teknologi ini berpotensil untuk membuat alat dengan ukuran nano. Wang berkata makalah hasil dipublikasikam pada jurnal Advanced Materials.
Tim Wang membangun penemuan pada tikus,Tim tersebut mempunyai alat yang dapat enyatukan ratusan kabel nano dalam array, memberikan output sebesar 100 nano-amp. Langkah selnjutnya adalah menghubungkan dengan generator yang mempunyai tenaga lebih tinggi ke dalam hewan,” Kata Wang
Power From the Heart: These graphs show the power output of a nano-generator attached to the diaphragm and heart of a lab rat.  Zhong Lin Wang et. al,

TEKNOLOGI 2

Empat mahasiswa Universitas Jember, Jawa Timur, berhasil menciptakan sebuah mobil listrik rakitan berbobot 120 Kg dengan kecepatan 45 km/jam. Selain ramah lingkungan dan tidak bersuara, mobil karya anak bangsa itu juga terbuat dari komponen asli Indonesia.

TEKNOLOGI 1

Amerika sokong investasi penggilingan padi modern

Kamis, 16 Februari 2012 15:18 WIB | 1321 Views

Ilustrasi gabah kering (FOTO ANTARA/Arief Priyono)
Mojokerto atau Jawa Timur dipilih sebagai `pilot project` kami, karena merupakan produsen padi terbesar di Indonesia. Setiap tahun, produksi beras di Jawa Timur mencapai tujuh juta ton.
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga pembiayaan milik pemerintah Amerika Serikat, Overseas Private Investment Corporation (OPIC), membiayai investasi penggilingan padi modern yang dilakukan PT Lumbung Padi Indonesia senilai 21 juta dolar atau Rp189 miliar (kurs 1 dolar = Rp9.000).

"Kami merupakan perusahaan swasta pertama yang mendapat bantuan dari OPIC, untuk membangun penggilingan padi modern," kata Presdir PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) Fara Luwia, di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan penggilingan padi modern yang menggunakan teknologi Satake dari Jepang tersebut berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, dengan luas areal tanah sekitar enam hektare.

"Mojokerto atau Jawa Timur dipilih sebagai `pilot project` kami, karena merupakan produsen padi terbesar di Indonesia. Setiap tahun, produksi beras di Jawa Timur mencapai tujuh juta ton," kata Fara.

Kapasitas penggilingan padi modern tersebut, lanjut dia, mencapai 25 ton gabah basah perjam dan memiliki enam silo (tempat penyimpanan gabah) yang canggih dengan kapasitas 38 ribu ton.

"Silo kami mampu menyimpan gabah hingga enam bulan, tanpa ada penurunan kualitas beras," katanya.

Selain itu, kata Fara, teknologi penggilingan beras Satake yang digunakan mampu menekan pecah bulir padi hingga dibawah lima persen.

"Jadi yang kami hasilkan kelak adalah beras premium," katanya.

Penggilingan padi dengan teknologi Satake tersebut, lanjut dia, terintegrasi mulai dari proses pengeringan, penggilingan, sampai pemilihan beras berdasarkan warna dan kualitas pecah beras.

Teknologi tersebut, kata dia, juga mampu menganalisis kualitas padi.

Fara menjelaskan untuk membangun penggilingan padi modern tersebut, ia juga menggandeng mitra dari Amerika Serikat, Robert Totah, dengan komposisi saham 30 (mitra AS) :70.

Dari komposisi kepemilikan sahamnya itu, Fara mendapat bantuan dari OPIC berupa "debt to equity" sebesar 55 persen.

Ia mengatakan kemitraan dengan pengusaha AS tersebut juga terkait dengan persyaratan OPIC yang mengharuskan kemitraan dengan warga AS.

"Kami berharap dengan pembangunan penggilingan padi modern tersebut dapat membantu petani mendapatkan harga pembelian gabah terbaik dan meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan," kata Fara.

Dalam jangka panjang, lanjut dia, selain akan mengembangkan penggilingan padi modern di daerah lain, seperti Jateng dan Jabar, pihaknya juga akan mengembangkan kontrak pertanian dengan petani untuk memberi bantuan teknis agar petani mampu meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Fara optimis penggilingan padi modern tersebut akan mendapat sambutan positif dari petani, karena pihaknya akan membeli gabah dengan harga terbaik, bahkan setinggi harga pembelian Bulog.

"Penggilingan padi tradisional yang sudah ada tidak perlu merasa khawatir dengan keberadaan kami, karena kebutuhan gabah kami hanya 220 ribu ton/tahun, kurang dari lima persen produksi gabah Jatim," katanya.
(R016)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
 
Copyright (c) 2010 MY SHADOW. Design by WPThemes Expert
Blogger Templates by Buy My Themes.